Sabtu, 29 Agustus 2015

Tutorial Belajar Pascal Part 10: Cara Penggunaan serta Perbedaan Write dan Writeln Pascal

Sejak awal pembahasan mengenai kode pemrograman pascal, beberapa kali saya telah menggunakan perintah writeln. Dalam tutorial belajar pascal kali ini saya akan membahas lebih jauh tentang cara penggunaan perintah write dan writeln serta perbedaan keduanya. Perintah write dan writeln sangat sering digunakan di dalam kode program pascal.

 

Fungsi & Perbedaan write dan writeln

 Write dan writeln sama-sama digunakan untuk menampilkan ‘sesuatu’ dari dalam kode pascal ke jendela tampilan, atau dalam istilah pemrograman digunakan sebagai perintah ‘ouput’. Perbedaan antara write dan writeln terletak pada apakah ‘output’ selanjutnya ditampilkan pada baris yang sama, atau di baris baru.

Perintah write akan menampilkan ‘output’, kemudian menyambung tampilan berikutnya dibaris yang sama (cursor teks tetap berada di baris yang sama).
Sedangkan perintah writeln akan menampilkan ‘output’, kemudian menyambung tampilan berikutnya di baris baru (cursor teks akan pindah ke baris baru).
Data-ouput ini bisa berupa teks, variabel, konstanta, dll. Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh kode program yang memperlihatkan perbedaan kedua perintah ini:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
program tampil;
uses crt;
begin
  clrscr;
  write('Nama : ');
  writeln('Alex');
  
  writeln('Nama: ');
  writeln('Anto');
  
  write('D');
  write('u');
  write('n');
  write('i');
  write('a');
  
  writeln('i');
  writeln('l');
  writeln('k');
  writeln('o');
  writeln('m');
  
  readln;
end.
Hasil kode program:
Nama : Alex
Nama:
Anto
Duniai
l
k
o
m
Dapat dilihat hasil kode program pada baris 6 dan 7 ditampilkan dalam 1 baris. Ini karena perintah write akan membuat teks berikutnya tetap di baris yang sama.
Hasil tampilan juga memperlihatkan kata “duniai”, bukan ‘dunia’ seperti yang diinginkan. Ini terjadi karena perintah writeln hanya akan memindahkan teks selanjutnya ke baris baru, bukan teks saat ini.



Seraca teknis, perintah writeln akan menambahkan karakter carriage return dan line feed diakhir baris. Kedua karakter ini digunakan pada Windows untuk menandai akhir sebuah baris (instruksi untuk pindah ke baris berikutnya). Di dalam sistem Unix (Linux), perintah writeln hanya akan menambahkan karakter Line feed saja. Oleh karena itu, perintah writeln juga digunakan untuk pindah baris, tanpa perlu menulis teks apapun, dan ditulis sebagai:
writeln;

Cara Penulisan write dan writeln

Data-output yang ingin ditampilkan dengan perintah write dan writeln, harus ditulis diantara tanda tanda kurung “ ( “ dan “ ) ”.
Jika data tersebut adalah ‘teks’ yang terdiri dari karakter (char) atau kumpulan karakter (string) kita perlu menambahkan tanda tanda kutip satu ( ‘ ) diantara teks tersebut. Apabila yang akan ditampilkan angka, variabel, atau konstanta, kita tidak perlu menggunakan tanda kutip. Berikut contoh kode programnya:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
program tampil;
uses crt;
const
  kota='Ambon';
var
  nama:string='Joni';
  umur:integer=17;
begin
  clrscr;
  
  write('Nama : ');
  writeln(nama);
  
  write('Umur : ');
  writeln(umur);
  
  write('Kota : ');
  writeln(kota);
  
  write('IPK : ');
  writeln(3);
  
readln;
end.
Hasil kode program:
Nama : Joni
Umur : 17
Kota : Ambon
IPK : 3
Pada kode program diatas saya membuat 1 konstanta dan 2 variabel.
Perintah write(‘nama’) dengan write(nama) adalah suatu yang berbeda. Penulisan pertama berarti kita ingin menampilkan teks ‘nama’, sedangkan penulisan yang kedua kita ingin menampilkan nilai dari variabel/konstanta ‘nama’.

Menggabungkan Penulisan Teks dengan Variabel/Konstanta

Selain memisahkan penulisan teks dengan variabel, kita juga bisa menggabungkan penulisannya dalam 1 perintah write/writeln. Pascal menggunakan tanda koma untuk memisahkan keduanya.
Kode program sebelumnya bisa ditulis ulang menjadi berikut ini:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
program tampil;
uses crt;
const
  kota='Ambon';
var
  nama:string='Joni';
  umur:integer=17;
begin
  clrscr;
  
  writeln('Nama : ',nama);
  writeln('Umur : ',umur);
  writeln('Kota : ',kota);
  writeln('IPK : ',3);
  
  readln;
end.
Lebih jauh lagi, seluruh tampilan diatas bisa digabung kedalam 1 perintah writeln. Seperti berikut:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
program tampil;
uses crt;
const
  kota='Ambon';
var
  nama:string='Joni';
  umur:integer=17;
begin
  clrscr;
  writeln('Nama : ',nama,'. Umur : ',umur,'. Kota : ',kota,'. IPK : ',3);
  readln;
end.
Perhatikan bahwa kita perlu mengetahui kapan harus menggunakan tanda kutip, dan kapan menggunakan tanda koma.

Menformat Tampilan Output Integer/Real

Khusus untuk tipe data angka (integer/real) pascal menyediakan instruksi tambahan untuk mengatur bagaimana angka tersebut ditampilkan.
Jika berupa angka bulat (integer), kita bisa mengatur seberapa banyak ‘tempat’ untuk angka yang dipersiapkan. Apabila angka tersebut adalah angka pecahan (real), kita bisa mengatur berapa digit angka dibelakang koma.
Berikut format penulisannya:
  • Angka bulat (integer) = angka:jumlah_digit.
  • Angka desimal (real) = angka:jumlah_digit:jumlah_digit_dibelakang_koma.
Berikut contoh kode programnya:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
program tampil;
uses crt;
var
  angka_int:integer=12345;
  angka_real:real=1234.123456;
begin
  clrscr;
  
  writeln(angka_int);
  writeln(angka_int:4);
  writeln(angka_int:8);
  
  writeln(angka_real);
  writeln(angka_real:4:2);
  writeln(angka_real:2:4);
  readln;
end.
Hasil kode program:
12345
12345
   12345
 1.23412345600000E+003
1234.12
1234.1235
Pada contoh diatas, saya membuat 2 variabel: angka_integer dan angka_real. Kedua variabel ini kemudian di beri nilai awal.
Dalam baris 11, perintah angka_int:8 akan membuat hasil tampilan sedikit ‘menjorok’ ke dalam, ini karena pascal menyediakan 8 digit tempat untuk angka_int. Tetapi karena variabel angka_int hanya terdiri dari 6 digit, maka pascal akan menambah 2 buah spasi didepan angka tersebut.
Pada baris 12 saya menulis angka_int:4, yang bermaksud agar angka_int ditampilkan dengan jumlah digit 4. Namun karena angka_int terdiri dari 6 digit, perintah ini akan diabaikan.
Variabel angka_real saya inisialisai dengan nilai 1234.123456 namun pada saat ditampilkan hasilnya menjadi 1.23412345600000E+003. Ini adalah tampilan ‘normal’ pascal untuk tipe data real. Dalam matematika, penulisan ini dinamakan dengan notasi ilmiah (scientific notation). Saya akan membahas tentang tipe data real dalam tutorial terpisah.
Untuk ‘memperindah’ tampilan notasi ilmiah ini, bisa menggunakan format perintah:
angka : jumlah_digit : jumlah_digit_dibelakang_koma
Sebagai contoh, untuk membuat tampilan dengan 4 digit bulat dan 2 digit dibelakang koma, saya menulis angka_real:4:2, seperti baris 15 pada contoh program diatas.

Dalam tutorial belajar pascal kali ini kita telah membahas tentang cara penggunakan perintah write dan writeln. Dalam tutorial berikutnya, akan dibahas tentang perintah read dan readln.

Tutorial Belajar Pascal Part 9: Pengertian Konstanta dan Cara Penulisan Konstanta Pascal

Setelah mempelajari pengertian variabel pada tutorial sebelumnya, dalam tutorial belajar pascal di duniailkom kali ini kita akan membahas tentang pengertian konstanta dan cara penulisan konstanta dalam bahasa pemrograman pascal.

 Pengertian Konstanta

Secara singkat, konstanta adalah variabel yang nilainya bersifat tetap dan tidak dapat diubah sepanjang kode program. Umumnya konstanta digunakan untuk nilai yang tidak akan berubah, seperti nilai phi dalam matematika yang bernilai 3.14, atau kecepatan_cahaya yang bernilai 299.792.458 m/s.

Cara Penulisan Konstanta di dalam Pascal

Di dalam pascal, sebuah konstanta hanya dapat diisi dengan tipe data dasar, yakni char, integer, real, boolean, serta tipe data string dan set. Penulisan nama konstanta juga mengkuti aturan penulisan identifier, yakni:
  • Karakter pertama harus berupa huruf.
  • Karakter kedua dan seterusnya bisa berupa huruf, angka, atau karakter underscore “_”.
  • Penulisan konstanta tidak boleh menggunakan karakter selain angka, huruf dan underscore. Kita tidak bisa menggunakan spasi, dan tanda-tanda khusus seperti *, +, -, &, %, $, #, atau @.
  • Maksimal panjang konstanta tergantung kepada compiler yang digunakan. Beberapa mendukung 32 karakter hingga 63 karakter.
  • Konstanta tidak bisa diubah nilainya sepanjang kode program.
Berbeda dengan variabel, konstanta harus diisi nilai pada saat deklarasi. Berikut format dasar penulisan konstanta:
1
2
const
  nama_kosntanta=nilai_konstanta;
Berikut contoh penulisannya di dalam kode program pascal:
1
2
3
4
const
  phi = 3.14;
  dollar = 13000;
  nama = ‘Joko’;
Perhatikan bahwa pascal menggunakan tanda sama dengan ‘ = ’ untuk memberikan nilai kepada konstanta saat dideklarasikan (proses inisialisasi).
Berikut adalah contoh program pascal yang menggunakan konstanta:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
program konstanta;
uses crt;
const
  phi=3.14;
  dollar=13000;
  nama='Joko';
  
var
  situs:string='www.duniailkom.com';
  
begin
  clrscr;
  writeln(phi:4:2);
  writeln(dollar);
  writeln(nama);
  writeln(situs);
  readln;
end.
Hasil Contoh Program - Cara Penulisan Konstanta dalam Pascal
Dalam kode program diatas, saya membuat beberapa konstanta, kemudian menampilkan nilainya menggunakan perintah writeln. Khusus pada baris ke 14, saya menulis phi:4:2, ini digunakan untuk men-format tampilan angka desimal. Angka 4:2 berarti saya ingin menampilkan angka dengan 4 digit sebelum desimal, dan 2 digit setelah tanda desimal.
Jika kita mencoba untuk mengubah nilai konstanta di dalam kode program, pascal akan mengeluarkan “error: variable identifier expected”, dimana kita diberitahu untuk menggunakan variabel jika ingin mengubah nilai konstanta.
Sepanjang pembuatan program, konstanta relatif jarang digunakan jika dibandingkan dengan variabel. Konstanta umumnya dipakai untuk program matematis yang sering memiliki nilai yang selalu tetap.

Dalam tutorial kali ini kita telah membahas tentang pengertian konstanta dan cara penulisan konstanta di dalam pascal. Dalam tutorial berikutnya, kita akan membahas lebih jauh tentang perintah write, writeln, read, dan readln.

Tutorial Belajar Pascal Part 8: Pengertian Variabel dan Cara Penulisan Variabel Pascal

Dalam tutorial belajar pascal kali ini kita akan membahas tentang pengertian variabel dan cara penulisan variabel dalam bahasa pemrograman pascal.

Pengertian Variabel

Variabel adalah ‘penanda’ identitas yang digunakan untuk menampung suatu nilai. Nilai tersebut dapat diubah sepanjang kode program. Secara teknis, variabel merujuk kepada suatu alamat di memory komputer. Setiap variabel memiliki nama yang sebagai identitas variabel tersebut.

Dalam matematika, konsep variabel biasanya menggunakan x atau y, seperti persamaan berikut:
x = y + 2
Disini, nilai ‘x’ dan ‘y’ bisa diisi dengan angka apapun (walaupun dalam persamaan diatas, nilai x bergantung kepada nilai y).
Di dalam pemrograman, nilai variabel bisa berubah dari waktu ke waktu, tergantung kebutuhkan. Sebagai contoh, jika saya membuat program menghitung luas lingkaran, saya bisa membuat variabel ‘jari2’ dan mengisinya dengan nilai ‘7’, kemudian di dalam kode program, saya bisa mengubah nilainya menjadi ‘8’, ‘10’ atau ‘1000’.



Cara Penulisan Variabel di dalam Pascal

Untuk membuat variabel di dalam pascal, kita harus men-deklarasikan-nya sebelum main program. Setiap variabel juga memiliki tipe data tertentu, dan sepanjang kode program, variabel tersebut hanya dapat diubah nilainya asalkan masih dalam tipe yang sama.
Sebagai contoh, jika variabel ‘jari2’ di-set dengan tipe data ‘angka’, kita hanya bisa mengisi variabel ini dengan nilai angka seperti 4, 6, atau 90. Kita tidak bisa mengisinya dengan nilai huruf atau kata seperti ‘empat’, ‘lima’ atau ‘Andi’.

Jenis-Jenis Tipe Data dalam Pascal

Pascal mendukung berbagai jenis tipe data. Tipe data ini bisa dikelompokkan menjadi tipe data dasar, tipe data terstruktur, tipe data bentukan, dll.
Terdapat 4 tipe data dasar di dalam Pascal. Keempat tipe data ini dikenal juga sebagai tipe data ‘scalar’ :
  • Integer: tipe data berupa angka bulat, seperti 1,2,5,9,1000 atau 476563.
  • Real: tipe data yang berisi angka desimal (pecahan), seperti 22.7, 3.14, atau 0.006
  • Char: tipe data yang berisi huruf, seperti “a”, “A”, “C” atau “z”.
  • Boolean: tipe data yang hanya berisi 2 nilai, true atau false.
Selain itu, Pascal juga menyediakan 8 tipe data tambahan:
  • String: tipe data yang berisi kumpulan karakter, seperti “aku”, “kamu” atau “belajar pascal di duniailkom”.
  • Enumerated: tipe data bentukan yang bisa didefenisikan sendiri. Sebagai contoh kita bisa membuat tipe data warna yang terdiri dari nama-nama warna.
  • Subrange: tipe data bentukan yang berisi bagian dari tipe data lain. Sebagai contoh, kita bisa membuat tipe data “angka_kecil” yang hanya berisi angka 1 – 9 (merupakan bagian dari tipe data integer)
  • Array: tipe data yang terdiri dari banyak variabel, sebagai contoh kita bisa membuat nama siswa sebagai array “siswa”, dan variabel penyusunnya adalah siswa[1], siswa[2], siswa[3], dst.
  • Record: tipe data bentukan yang bisa berisi berbagai tipe data. Record untuk “siswa” bisa terdiri dari “nama”, “alamat”, “tinggi_badan”, dll.
  • Set: tipe data yang mirip dengan subrange, tetapi bisa digunakan untuk operasi himpunan seperti gabungan, irisan, bagian, dll.
  • File: tipe data yang digunakan untuk mengakses file atau dokumen.
  • Pointer: tipe data khusus yang merujuk kepada sebuah alamat di memory.
Gambar dibawah ini memperlihatkan jenis-jenis tipe data dan pembagiannya (sumber: tutorialspoint.com):
Tipe data di dalam pascal (sumber - tutorialspoint.com)
Penjelasan lebih lanjut mengenai penggunaan tipe data diatas akan dibahas dalam tutorial tersendiri.

Aturan Penulisan Variabel dalam Pascal

Sebuah variabel di dalam pascal harus ditulis sesuai dengan aturan berikut:
  • Karakter pertama harus berupa huruf.
  • Karakter kedua dan seterusnya bisa berupa huruf, angka, atau karakter underscore “_”.
  • Penulisan variabel tidak boleh menggunakan karakter selain angka, huruf dan underscore. Kita tidak bisa menggunakan spasi, dan tanda-tanda khusus seperti *, +, -, &, %, $, #, atau @.
  • Maksimal panjang variabel tergantung kepada compiler yang digunakan. Beberapa mendukung 32 karakter hingga 63 karakter. Walaupun begitu, sebaiknya gunakan nama variabel yang tidak terlalu panjang.
  • Sebelum digunakan, setiap variabel harus dideklarasikan terlebih dahulu.
  • Variabel hanya bisa diubah nilainya sesuai dengan tipe data asal.
Berikut adalah contoh penulisan variabel yang salah:
  • 9ayam: diawali dengan angka
  • belajar+: menggunakan karakter ‘+’
  • pertama*: menggunakan karakter ‘*’
  • jari jari: dipisahkan oleh spasi
Berikut adalah contoh penulisan variabel yang benar:
  • panjang_persegi
  • angkatan99
  • AnGKa

Cara Pendeklarasian Variabel

Sebelum dapat digunakan di dalam kode program, sebuah variabel harus di deklarasikan terlebih dahulu. Berikut format penulisannya:
1
2
var
  nama_variabel:tipe_data;
Perhatikan bahwa penulisan nama variabel dengan tipe datanya dipisah oleh karakter titik dua ” : ”. Diakhir deklarasi juga ditutup dengan karakter titik koma “;”
Berikut contohnya di dalam kode pascal:
1
2
3
4
var
  nama: string;
  umur: integer;
  alamat: string;
Pascal juga membolehkan deklarasi variabel untuk tipe data yang sama dalam 1 baris (dipisahkan dengan tanda koma “ , ”):
1
2
3
var
  nama, alamat: string;
  umur: integer;

Cara Memberikan Nilai Variabel (Assignment)

Setelah variabel dideklarasikan, berikutnya adalah men-input nilai kedalam variabel tersebut. Berikut format penulisannya:
1
nama_variabel := nilai;
Perhatikan bahwa untuk memberikan nilai, pascal menggunakan karakter ‘titik dua sama dengan’ yakni “ := ”. Di dalam pemrograman, proses pemberian nilai ini dikenal dengan istilah assignment, dan tanda “ := ” disebut juga dengan operator assignment di dalam pascal.
Proses assignment dibaca dari kanan ke kiri. Perhatikan kode berikut:
1
nama := 'Andika';
Kode diatas berarti kita memberikan nilai ‘Andika’ kedalam variabel nama.

Penggabungan Perintah Deklarasi dan Assignment

Pascal juga membolehkan proses deklarasi dan assignment digabung dalam 1 kali penulisan. Berikut contoh penggunaannya:
1
2
nama:string='Andika';
umur:integer:19;
Cara memberikan nilai pada saat deklarasi ini dikenal dengan istilah inisialisasi (bahasa inggris: initialization)

Menampilkan Nilai Varibel

Untuk menampilkan nilai variabel, kita tinggal menuliskannya dengan perintah writeln, seperti contoh berikut ini:
1
2
writeln(nama);
writeln(umur);

Contoh Program mengenai Variabel

Sebagai penutup tutorial pascal kali ini, berikut adalah contoh kode program sederhana yang merangkum apa yang kita pelajari kali ini:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
program biodata;
uses crt;
  
var
  nama,alamat:string;
  umur:integer=19;
  sekolah:string='SMA 1 Durian Runtuh';
  
begin
  clrscr;
  
  nama:='Andika';
  alamat:='Jl. Kemerdekaan no.9';
  umur:=17;
  
  writeln(nama);
  writeln(umur);
  writeln(alamat);
  writeln(sekolah);
  readln;
end.

Dalam kode diatas saya membuat beberapa variabel, memberikan nilai kepada variabel tersebut, kemudian menampilkannya.
Pada baris ke-5 saya membuat 2 variabel: nama dan alamat. Kedua variabel ini bertipe string.
Pada baris ke-6, variabel umur dideklarasikan dengan tipe integer, kemudian langsung diberikan nilai 19. Dengan kata lain, variabel umur di-inisialisasi dengan nilai integer 19.
Baris selanjutnya saya juga men-inisialisasi variabel sekolah dengan nilai string ‘SMA 1 Durian Runtuh’.
Dalam program utama (main program), pada baris 12 dan 13 saya men-assigment variabel nama dan alamat dengan nilai masing-masing. Di baris 14, saya juga memberi nilai 17 ke dalam variabel umur. Perhatikan bahwa variabel umur juga telah saya isi dengan nilai 19 pada saat inisialisasi, sehingga nilai dalam variabel umur akan “ditimpa” dengan nilai baru.
Sebagai percobaan, anda bisa memberikan nilai ‘sembilan belas’ kepada variabel umur. Hasilnya? Seperti yang bisa ditebak, pascal akan ‘komplain’ dan mengeluarkan error, karena kita mencoba mengisi variabel umur yang bertipe integer dengan nilai string ‘sembilan belas’. Dalam bahasa pemrograman pascal, setiap variabel hanya bisa diisi dengan nilai yang sesuai dengan tipe datanya.

Dalam tutorial kali ini kita telah mempelajari pengertian variabel dan cara penulisan variabel di pascal. Dalam tutorial selanjutnya, kita akan membahas tentang pengertian konstanta dan cara penulisan konstanta di pascal.

Tutorial Belajar Pascal Part 7: Struktur Dasar Kode Program Pascal

Setelah memahami Aturan dan Cara Penulisan Kode Program Pascal pada tutorial sebelumnya, kali ini kita akan fokus membahas Struktur Dasar Kode Program Pascal, yakni apa-apa saja yang bisa ditulis di dalam kode program pascal.

Struktur Dasar Kode Program Pascal

Pascal adalah bahasa pemrograman deklaratif dan terstruktur, yang artinya seluruh variabel, konstanta, fungsi, dan beberapa struktur pemrograman lain harus ‘diperkenalkan’ diawal kode program dan dalam urutan yang sudah ditentukan. Didalam pemrograman, ‘perkenalan’ ini dikenal dengan istilah ‘deklarasi’ (declarations).



Struktur kode program pascal bisa dipecah menjadi 2 bagian: bagian Deklarasi dan bagian Main Program, seperti berikut ini:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
program nama_program;
   { bagian deklarasi }
begin
   { main program }
end.
Bagian Deklarasi terdiri dari beberapa jenis kode program, yakni:
  • Perintah Uses
  • Deklarasi Type
  • Deklarasi Konstanta (constant)
  • Deklarasi Variabel (variable)
  • Deklarasi Fungsi (function)
  • Deklarasi Prosedur (procedure)
Sedangkan Main Program nantinya akan berisi kode program utama. Penjelasan mengenai fungsi masing-masing deklarasi akan kita lihat sekilas, dan akan dibahas secara mendalam dalam tutorial terpisah.
Agar lebih mudah memahami fungsi dari masing-masing deklarasi tersebut, saya akan membuat kode program menghitung luas dan keliling segitiga. Anda tidak perlu memahami kode-kode yang ada karena kita memang belum membahasnya, silahkan perhatikan pada penulisan struktur saja.
Berikut contoh kode menghitung luas dan keliling segitiga menggunakan pascal:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
program hitung_lingkaran;
  
uses
  crt;
  
type
  warna=(merah, kuning, biru);
  
const
  PI=3.14;
  
var
  jari2:integer=7;
  warna_lingkaran:warna=merah;
  
function luas_lingkaran:real;
begin
   luas_lingkaran:=PI*jari2*jari2;
end;
  
procedure kel_lingkaran(jari2:integer);
begin
   write('Keliling Lingkaran = ');
   writeln(PI*(jari2+jari2):4:2, ' cm');
end;
  
begin
  clrscr;
  writeln('==PROGRAM MENGHITUNG LUAS LINGKARAN==');
  writeln('==---------------------------------==');
  writeln('Diketahui: jari-jari lingkaran = ',jari2,' cm');
  writeln('Warna Lingkaran = ',warna_lingkaran);
  writeln('Luas Lingkaran = ',luas_lingkaran:4:2, ' cm');
  kel_lingkaran(jari2);
  readln;
end.

Kode program diatas cukup panjang, namun sekali lagi anda tidak perlu memahaminya. Saya akan membahas kode-kode diatas dalam tutorial pascal lainnya. Kali ini kita hanya fokus kepada struktur program. Berikut penjelasannya dari struktur diatas:

Penulisan Nama Program Pascal

Seperti biasa, baris pertama sebuah kode pascal dimulai dengan penulisan keyword program , kemudian diikuti dengan nama program.
Sebenarnya, anda tidak harus menulis kode ini. Penulisan nama program sepenuhnya opsional (boleh ditulis, boleh tidak). Silahkan coba hapus baris “program hitung_lingkaran;” dari kode diatas, hasilnya tetap bisa di-compile dan dijalankan.
Aturan penulisan nama program sama seperti aturan penulisan identifier yang kita bahas pada tutorial aturan dan cara penulisan kode program pascal.

Perintah Uses

Uses adalah cara bahasa pemrograman pascal untuk memasukkan kode-kode external yang dikenal dengan unit (atau library dalam bahasa pemrograman lain). Sebagai contoh, perintah clrscr yang saya gunakan pada program utama merupakan perintah yang ada pada unit crt. Terdapat berbagai unit yang bisa kita gunakan, seperti math, sysutils, printer, dan strutils.
Ketersediaan unit ini berbeda-beda untuk masing-masing aplikasi. Compiler Free Pascal memiliki unit yang lebih banyak dari pada Turbo Pascal karena masih aktif dikembangkan hingga sekarang.

Deklarasi Type

Pada bagian deklarasi Type, kita bisa membuat tipe data bentukan. Sebagai contoh, dalam kode diatas saya membuat tipe data warna, dimana tipe data ini hanya bisa diisi dengan nilai merah, kuning, atau biru.

Deklarasi Konstanta (constant)

Konstanta atau constant adalah sebuah ‘penampung’ yang nilainya bersifat tetap. Dalam contoh diatas, saya membuat konstanta PI dengan nilai 3.14.





Dalam penulisan angka, tanda ‘koma’ digunakan sebagai pemisah ribuan, sedangkan tanda ‘titik’ digunakan untuk pemisah desimal. Ini berlaku dalam hampir semua bahasa pemrograman komputer lainnya, seperti C, C++, PHP, dan Java

Deklarasi Variabel (variable)

Variabel atau variable adalah ‘penampung’ yang nilainya bisa berubah sepanjang alur program. Kita akan sering menggunakan variabel dalam pembuatan kode program. Pada contoh diatas saya membuat variabel jari2 yang diset bertipe data integer. Nilai jari2 juga langsung diisi dengan angka 7.

Deklarasi Fungsi (function)

Sebuah fungsi atau function dikenal juga sebagai subprogram, karena kita bisa memecah alur program yang panjang menjadi fungsi-fungsi yang saling terpisah. Berbeda dengan prosedur, fungsi akan mengembalikan nilai.
Dalam contoh diatas saya membuat function luas_lingkaran yang digunakan untuk menghitung luas lingkaran. Fungsi ini akan mengembalikan nilai akhir bertipe real.

Deklarasi Prosedur (procedure)

Pada dasarnya, prosedur atau procedure adalah fungsi yang tidak mengembalikan nilai. Prosedur adalah sesuatu yang unik di dalam pascal. Bahasa pemrograman lain umumnya tidak mengenal prosedur.
Dalam kode diatas saya membuat procedure kel_lingkaran untuk menghitung keliling lingkaran. Karena prosedur tidak mengembalikan nilai, maka saya langsung menampilkan hasilnya dengan writeln.

Main Program

Main program adalah tempat dimana kode program utama ditulis. Disinilah dilakukan pemanggilan fungsi atau prosedur (jika ada), serta pembuatan proses alur kerja program. Main program diawali dengan keyword begin dan diakhiri dengan end.
Pada contoh kode diatas, saya memulai main program dengan perintah clrscr. Perintah ini berasal dari unit crt. Clrscr merupakan singkatan dari clear screen, digunakan untuk menghapus output dari kode program sebelumnya (membersihkan layar).
Agar anda bisa mengetahui fungsi clrscr, silahkan hapus kode ini dan jalankan program beberapa kali dari dalam aplikasi Free Pascal atau Turbo Pascal. Anda akan lihat bahwa output program akan ‘bertumpuk’ setiap kali kita menjalankan kode program.

Coba anda menggunakan command windows, caranya ketik cmd di start menu 
ketik 



Perintah clrscr akan menghapus kode-kode diatasnya, sehingga tampilan output akan ‘bersih’.





Jika anda menggunakan Turbo Pascal 1.5 for Windows, perintah clrscr ditulis dengan uses wincrt, bukan uses crt.

Sebuah kode program pascal tidak harus menggunakan seluruh struktur diatas, contohnya kode program Hello World yang kita jalankan pada tutorial sebelumnya tidak menggunakan struktur ini sama sekali. Kita akan mempelajari lebih dalam mengenai masing-masing struktur ini dalam tutorial tersendiri.
Berikutnya, saya akan dibahas tentang pengertian variabel dan cara penulisan variabel pascal.

Tutorial Belajar Pascal Part 6: Aturan dan Cara Penulisan Kode Program Pascal

etelah memahami cara menjalankan kode program pascal pada tutorial sebelumnya, dalam tutorial belajar pascal kali ini kita akan membahas tentang aturan dan cara penulisan kode program pascal. Saya juga akan membahas sekilas tentang kode program Hello World yang kita buat sebelumnya.

Struktur Sederhana Kode Pascal

Program Hello World yang kita gunakan sebagai contoh kode program dalam tutorial Cara Menjalankan Kode Program Pascal (Membuat File .exe), sudah menggunakan struktur sederhana kode pascal. Berikut saya tulis kembali contoh kode tersebut:
1
2
3
4
5
6
program hello_world;
begin
   writeln('Hello World');
   writeln('Sedang belajar pascal...');
   readln;  
end.
Sebuah kode program pascal, diawali dengan keyword program kemudian diikuti dengan judul program yang diinginkan (dalam contoh diatas, saya menggunakan judul hello_world). Selanjutnya, kode program dibuka dengan perintah “begin”, dan diakhiri dengan perintah “end.” (perhatikan tanda titik di akhir end). Diantara “begin” dan “end.” inilah seluruh kode program pascal berada.
Perintah writeln digunakan untuk menampilkan teks (output), sedangkan perintah readlndigunakan untuk menerima masukan (input). Perintah readln pada kode diatas saya tambahkan hanya untuk menahan jendela tampilan jendela program ketika di-run. Anda boleh menghapus baris readln; dan mencoba men-run kode diatas. Hasilnya hanya akan terlihat sekilas saja (tidak sampai 1 detik).
Saya akan membahas struktur kode pascal secara mendalam dalam tutorial berikutnya.


Jika anda tidak ingin menambahkan perintah readln, bisa menggunakan alternatif lain. Setelah program di-run (layar akan berkedip sebentar), silahkan tekan tombol ALT+F5, atau pilih menu Debug -> User Screen.

Perbedaan Huruf Besar / Kecil

Pascal tidak membedakan penggunaan huruf besar atau kecil. Dalam pemrograman, hal ini dikenal dengan istilah case insensitive. Kita boleh menulis program, Program, PROGRAM, WRITEln,maupun wrITln. Semuanya dianggap sama dalam pascal.
Kode program dibawah ini akan menghasilkan tampilan yang sama dengan kode kita sebelumnya:
1
2
3
4
5
6
PROGRAM hello_world;
BEGIN
   WRITELN('Hello World');
   WRITELN('Sedang belajar pascal...');
   READLN;  
END.

Cara Penulisan Komentar di dalam Pascal

Komentar atau comment adalah ‘kode program’ yang ditambahkan untuk memberi keterangan/penjelasan mengenai cara kerja program. Komentar tidak akan diproses oleh Pascal dan berfungsi hanya untuk memberi keterangan tambahan, terutama jika kode program yang ditulis cukup rumit.
Untuk membuat komentar di dalam kode program pascal, terdapat 2 alternatif pilihan:
  • Komentar dengan tanda pembuka ‘(*’ dan penutup ‘*)’
  • Komentar dengan tanda pembuka ‘{’ dan penutup ‘}’
Berikut contoh penggunaannya:
1
2
3
4
5
6
7
8
program hello_world;
begin
  (* Kode untuk menampilkan tulisan 'Hello World'*)
  writeln('Hello World');
  { Kode untuk menampilkan tulisan 'Sedang belajar pascal...'}
  writeln('Sedang belajar pascal...');
  readln;
end.
Penulisan komentar juga bisa mencakup beberapa baris, selama tanda penutup komentar belum di temukan:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
program hello_world;
begin
  (* Kode untuk
  menampilkan tulisan
  'Hello World'*)
  writeln('Hello World');
  { Kode untuk
  menampilkan tulisan
  'Sedang belajar pascal...'}
  writeln('Sedang belajar pascal...');
  readln;
end.
Selain untuk membuat keterangan, komentar juga berguna untuk ‘menghapus sementara’ sebuah kode program, seperti contoh berikut:
1
2
3
4
5
6
7
program hello_world;
begin
  writeln('Hello World');
  {writeln('Sedang serius belajar, jangan diganggu!');}
  writeln('Sedang belajar pascal...');
  readln;
end.
Cara diatas sangat berguna jika anda ingin mencoba kode program baru, tetapi tidak ingin menghapusnya.
Khusus untuk Free Pascal, terdapat 1 lagi cara penulisan komentar, yakni menggunakan tanda ‘//’:
1
2
3
4
5
6
7
program hello_world;
begin
  writeln('Hello World');
  // Ini adalah komentar dalam Free Pascal
  writeln('Sedang belajar pascal...');
  readln;
end.
Komentar dengan karakter ‘//’ digunakan untuk membuat komentar singkat (hanya 1 baris) dan tidak memerlukan tanda penutup. Jika anda ingin membuat komentar 2 baris, maka tanda ‘//’ dibuat sebanyak 2 kali pada tiap-tiap awal baris:
1
2
3
4
5
6
7
8
program hello_world;
begin
  writeln('Hello World');
  // Ini adalah komentar dalam Free Pascal
  // Penulisan komentar ini tidak didukung oleh Turbo Pascal
  writeln('Sedang belajar pascal...');
  readln;
end.
Tanda komentar ‘//’ sangat populer digunakan, khususnya dalam bahasa pemrograman lain seperti C, C++, atau PHP. Akan tetapi komentar ini tidak didukung oleh Turbo Pascal.

Penggunaan Whitespace

Whitespace adalah istilah pemrograman yang merujuk kepada tanda baca ‘spasi’ yang tidak terlihat. Contoh karakter-karakter whitespace adalah: spasi, tab dan enter (new line). Di dalam Pascal, secara umum whitespace akan diabaikan.
Sebagai contoh, kode program hello world kita sebelumnya bisa juga ditulis seperti berikut ini:
1
2
program hello_world;begin writeln('Hello World');
writeln('Sedang belajar pascal...');readln;end.
Walaupun kode program yang dihasilkan lebih singkat, dan mungkin lebih kecil (beberapa byte), Penggunaan whitespace akan membuat kode program lebih mudah dibaca. Ukuran yang kecil beberapa byte ini tidak sebanding dengan kemudahan yang didapat dengan penambahan whitespace.
1
2
3
4
5
6
program hello_world;
begin
  writeln('Hello World');
  writeln('Sedang belajar pascal...');
  readln;
end
Sekarang, kode program akan lebih mudah dibaca dan dipelajari.

Pengertian Statement di dalam Pascal

Dalam defenisi sederhana, statement adalah sebuah baris perintah yang bisa melakukan sebuah tindakan, apakah itu menampilkan teks di layar, meminta input, perulangan, percabangan program (logika IF), dll. Sebuah statement di dalam Pascal harus diakhiri dengan tanda titik koma “;” (kecuali untuk beberapa kondisi khusus).
Berikut adalah contoh-contoh statement di dalam pascal:
  • writeln(‘Hello World’);
  • readln(var);
  • writeln(4+5);
  • writeln(6/10);
Penulisan statement tidak harus 1 baris 1 statement, kita juga bisa menggabungkan beberapa statement dalam 1 baris, atau memecah 1 statement ke dalam beberapa baris, seperti contoh berikut:
1
writeln ('Hello World'); writeln ('Sedang belajar pascal...');
1
2
3
4
writeln
('Hello World');
writeln
('Sedang belajar pascal...');
Error yang paling sering ditemui adalah lupa memberi tanda “;” di akhir statement. “Fatal: Syntax error, “;” expected” merupakan error yang disebabkan lupa menutup statement di dalam kode pascal.
Syntax Error karena lupa menutup statement dengan titik koma


Syntax adalah istilah pemrograman yang berarti aturan penulisan. Jika anda menemui kalimat syntax error, kemungkinan besar ada kesalahan pada cara penulisan perintah.

Pengertian Expression di dalam Pascal

Expression adalah kode program yang menghasilkan suatu nilai. Expression pada dasarnya merupakan bagian dari sebuah statement.
Berikut adalah contoh penulisan expression:
  • 4+5;
  • 6/10;

Pengertian Identifier di dalam Pascal

Identifier adalah bagian dari statement yang merupakan ‘identitas’ dari sesuatu. Identitas ini meliputi:
  • Nama program
  • Nama fungsi
  • Nama variabel
  • Nama konstanta


Fungsi, variabel dan konstanta ini akan kita bahas dalam tutorial tersendiri.
Aturan penulisan identifier adalah sebagai berikut:
  • Karakter pertama harus berupa huruf.
  • Karakter kedua dan seterusnya bisa berupa huruf, angka, atau karakter underscore “_”.
  • Maksimal panjang identifier tergantung kepada compiler yang digunakan. Beberapa mendukung 32 karakter, namun kebanyakan mendukung hingga 63 karakter. Jika anda membuat identifier dengan panjang melebihi 63 karakter, hanya 63 karakter pertama saja yang akan digunakan.
  • Penulisan identifier tidak boleh menggunakan karakter selain angka, huruf dan underscore. Kita tidak bisa menggunakan spasi, dan tanda-tanda khusus seperti *, +, -, &, ^, %, $, #, atau @.
Berikut adalah contoh penulisan identifier yang salah:
  • 5orang: diawali dengan angka
  • 5+7: menggunakan karakter ‘+’
  • pertama*: menggunakan karakter ‘*’
  • luas segitiga: dipisahkan oleh spasi
Berikut adalah contoh penulisan identifier yang benar:
  • nama_pengguna
  • luas_segitiga
  • PanjangLingkaran
  • angkatan45
  • NAMAKOTA

Reserved Word dan Predefined Identifier

Reserved Word dan Predefined Identifier adalah kata/karakter khusus yang digunakan secara internal di dalam aplikasi Pascal. Kita sebaiknya tidak menggunakan kata-kata ini sebagai identifier.
Berikut adalah Reserved Word di dalam Turbo Pascal:
Reserved Word dalam Turbo Pascal
Berikut adalah Predefined Identifier di dalam Turbo Pascal:
Predefined Identifier dalam Turbo Pascal

Cara Copy-Paste kode Program Pascal

Jika anda sudah mencoba mengetik beberapa kode program pascal, anda mungkin menyadari bahwa shortcut yang digunakan pada program Free Pascal (dan juga Turbo Pascal) sedikit berbeda dari biasanya.
Kita tidak bisa menggunakan tombol CTRL+C dan CTRL+V untuk men copy-paste kode program. Aplikasi Pascal menggunakan tombol CRTL+Insert untuk copy, dan SHIFT+Insert untuk paste. Untuk menghapus blok kode program, kita juga harus menggunakan shortcut CRTL+Delete.
Kendala lain adalah jika anda ingin men-copy kode program pascal dari Windows/situs duniailkom dan men-pastenya ke Free Pascal / Turbo Pascal.
Khusus untuk Free Pascal, anda cukup copy kode program dari dalam Windows, kemudian buka Free Pascal, pilih menu Edit -> Paste from Windows.
Cara Copy Paste Kode Program Free Pascal
Jika menggunakan Turbo Pascal, kita terpaksa men-paste kode tersebut di dalam sebuah file dengan extension .pas menggunakan notepad (misalnya: kedalam folder ‘belajar’), kemudian buka secara manual dari dalam Turbo Pascal.

Itulah mengenai aturan dan cara penulisan kode program pascal. Dalam tutorial selanjutnya, kita akan membahas lebih jauh tentang struktur kode program pascal.
Referensi:
http://wiki.freepascal.org